Sabtu, Oktober 10, 2009

Nobel Perdamaian Buat OBAMA

Penganugerahan Nobel Perdamaian bagi Presiden Barrack Obama mengejutkan banyak pihak. Banyak yang tak menyangka dan menilai gelar tersebut terlalu dini. Kepresidenan Obama baru berlangsung kurang dari dua bulan sebelum tenggat nominasi peghargaan Nobel Perdamaian pada 1 Februari. Obama pun masih harus membuat capaian konkret dalam penciptaan perdamaian. ''Terlalu dini. Dia belum berkontribusi sejauh ini. Dia hanya baru mau memulai untuk bertindak,'' ungkap mantan presiden Polandia yang pemenang Nobel Perdamaian 1983, Lech Walesa.

Sejumlah kalangan keberatan atas terpilihnya Obama, yang masih menggelar perang di Irak dan Afghanistan dan baru saja meluncurkan operasi besar antiterorisme di Pakistan dan Somalia. Juru Bicara Taliban, Qari Yousef Ahmadi, mengutuk keputusan komite Nobel. Menurutnya Obama meningkatkan eskalasi perang di Afghanistan dan telah menumpahkan darah warga Afghanistan.

Menlu Iran, Manouchehr Mottaki, menyebut keputusan Nobel tersebut terburu-buru. ''Waktu yang tepat bagi penganugerahan ini (bagi Obama) adalah ketika pasukan asing pergi dari Irak dan Afghanistan dan ketika (dia) berdiri membela hak warga Palestina yang ditekan,'' kata Mottaki yang dikutip kantor berita Mehr.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar