Sabtu, Juni 05, 2010

Elastisitas Dalam Ekonomi

Salah satu pokok penting dalam fungsi permintaan dan penawaran adalah derajat kepekaan atau elastisitas jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan karena terjadinya perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya.

elastisitas sendiri adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

ada 4 konsep tentang elastisitas :

  • elastisitas harga permintaan(Ed)
  • elastisitas harga penawaran(Es)
  • elastisitas silang(Ec)
  • elastisitas pendapatan (Ey)

Elastisitas permintaan

Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

Koefisien Elastisitas Permintaan

Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :

Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga

berdasarkan nilai perhitungannya elastisitas permintaan dibagi menjadi 5 macam yaitu

  • elastis (Ed>1)
Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1), artinya kenaikan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen, dan sebaliknya.Kondisi ini biasanya terjadi pada permintaan terhadap mobil dan barang mewah
  • inelastis (Ed<1)
permintan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. Nilai E <>

  • Elastisitas uniter (Ed=1)
Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaansebanding dengan perubahan harga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1), artinya kenaikan hargasebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen, dan sebaliknya.

  • elastis tidak sempurna (Ed=0)
permintaan elastisitas tidak sempurna terjadi karena perubahaan harga yang tidak berpengaruh terhadap jumlah permintaan (Ed=0). Contohnya permintaan akan garam yang memiliki harga murah dan barang yang tersedia pun banyak
  • elastis sempurna (Ed= ∞)

Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda

Faktor Penentu Elastisitas Permintaan

Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :

1. Produk substitusi.
Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.

2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.

3. Produk mewah versus kebutuhan.
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.

4. Jangka waktu permintaan dianalisis.
Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.


elastisitas harga penawaran

Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.

Koefisien Elastisitas Penawaran

Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :

Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga

dari nilai perhitungnya mka terdapat 5macam elastisitas harga penawaran yaitu

  • elastis (Es>1)
Koefisien pernawaran elastis bernilai lebih dari satu (E > 1), artinya kenaikan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah penawaran lebih dari 1 persen, dan sebaliknya.
  • inelastis (Es<1)
penawaran inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan penawaran. Nilai E <>
  • Elastisitas uniter (Es=1)
Penawaran elastis uniter terjadi jika perubahan penawaran sebanding dengan perubahan harga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1), artinya kenaikan harga sebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah penawaran sebesar 1 persen, dan sebaliknya.

  • elastis tidak sempurna (Es=0)
penawaran elastisitas tidak sempurna terjadi karena perubahaan harga yang tidak berpengaruh terhadap jumlah penawaran (Es=0).
  • elastis sempurna (Ed= ∞)
terjadi jika penawaran sama sekali tidak dipengaruhi oleh harga .Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran :

1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.

Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :

  • Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis.
  • Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.
  • Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.

2. Jangka waktu analisis.
Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :

  • Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat, penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna.
  • Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Hasilnya, penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran tidak elastis.
  • Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.

3. Stok persediaan.
Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada.

4. Kemudahan substitusi faktor produksi/input.
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.


elastisitas silang

elastisitas silang adalah presentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan harga barang lainyang memiliki hubungan dengan barang tesebut. hubungan tersebut dapat terjadi pada barang pelengkap ( komplementer) dan juga barang pengganti.

terdapat 3 macam respon terhadap elastisitas silang, yaitu :

  • elastisitas silang positif

elastisitas silang positif terjadi pada barang pengganti (subsitusi). dimana jika permintaan akan produk suatu barang menigkat maka perimntaan pada barang penggantinya pun ikit meningkat. contohnya permintaan akan kopi meningkat maka permintaan akan teh pun meningkat karena teh dapat menggatikan kopi.
  • elastisitas silang negatif
elastisitas silang negatif terjadi pada barang pelengkap ( komplementer ). dimana jika harga suatu produk naik maka akan membuat harga produk pelengkapnya turun. contoh jika harga mobil naik maka harga bensin turun karena permintaanya menurun.
  • elastisitas silang nol
elastisitas nol terjadi jika hargas atau permintaan suatu barang naik tidak mempengaruhi kenaikan barang lainnya. contohnya permintaan akan teh tidak akan menpengaruhi harga bensin.

elastisitas pendapatan

Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana kuantitas permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli. Rumus perhitungannya adalah :

Elastisitas pendapatan = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan pendapatan

Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :
1. Produk normal

Elastisitas pendapatan adalah positif. Misalnya, permintaan akan produk normal akan meningkat jika pendapatan meningkat. Contoh ekstrimnya adalah beras, dapat digantikan dengan ubi sebagai produk inferiornya.


2. Produk inferior.

Elastisitas pendapatan adalah negatif. Misalnya, permintaan akan produk inferior akan menurun jika pendapatan meningkat.

sumber :
http://www.scribd.com/doc/2903501/Modul-8-Elastisitas
file:///C:/Documents%20and%20Settings/benq/My%20Documents/Downloads/tugas%20tou/bayu%27s%20area%20-%20Blog%20mahasiswa%20Universitas%20Brawijaya.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar