Minggu, Juni 06, 2010

Uang Dalam Ekonomi


pada awalnya manusia untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkannya sendiri. namun tidak semua kebutuhan dapat ia penuhi sendiri maka dari itu tercipta suatu sistem tukar menukar barang yang dibutuhkan yaitu dengan barter. barter sendiri tidak selamanya berjalan baik. terdapat banyak kesulitan dari barter itu antara lain :
  • kesulitan mempertemukan antara orang yang ingin melakukan barter
  • kesulitan menentukan nilai tukar
kesulitan tersebut mendorong manusia untuk mencari alternatif lainnya yang dapat digunakan sebagai alat tukar. hingga akhirnya muncullah uang yang menjadi alat tukar hingga kini. pengertian uang secara umum adalah sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.

Agar dapat diberlakukan sebagai alat tukar dalam perekonomian, uang harus memenuhi syarat-syarat (kriteria) sebagai berikut:

a. Syarat Psikologis

Uang harus dapat memuaskan keinginan orang yang memilikinya.

b. Syarat Teknis

Syarat teknis meliputi hal-hal sebagai berikut.

  • Tahan lama, artinya tidak mudah rusak.
  • Nilainya stabil, artinya nilai sekarang sama dengan nilai yang akan datang.
  • Mudah dibawa, artinya apabila melakukan transaksi dalam jumlah yang besar, pemilik uang tidak mengalami kesulitan dalam membawa dan membayar.
  • Terdiri atas berbagai nilai nominal, artinya dapat dibagi-bagi sehingga dalam melakukan transaksi sekecil apa pun karena uang mempunyai nilai pecahan.
  • Jumlahnya mencukupi dan tidak berlebihan, artinya jumlah uang yang beredar haruslah mencukupi kebutuhan perekonomian (dunia usaha) dan tidak berlebihan agar nilainya tidak turun.
ada dasarnya uang yang beredar di masyarakat itu ada dua jenis, yaitu
a. Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang beredar sehari-hari sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib diterima oleh semua masyarakat. Uang kartal ini terdiri atas uang logam dan uang kertas. Uang kartal sering disebut uang primer.
b. Uang Giral

Uang giral adalah saldo tagihan di bank. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah dan orang boleh menolak pembayaran dengan uang giral. Dengan kesepakatan kedua belah pihak yaitu pihak yang berhutang dan yang punya piutang, uang giral sewaktu-waktu dapat dijadikan alat pembayaran yang sah. Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan mengeluarkan cek dan atau giro. Cek adalah surat perintah tertulis dari orang yang memiliki tabungan atau simpanan di bank atau orang yang namanya tertera dalam cek. Sedangkan yang dimaksud dengan giro adalah simpanan pada suatu bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau dengan menggunakan cara pemindah bukuan.

Jenis-Jenis Uang Beredar di Indonesia terdiri dari DUA macam :
  • Uang beredar dalam arti sempit (M1) yaitu kewajiban sistem moneter (bank sentral dan bank umum) terhadap sektor swasta domestik (penduduk) meliputi uang kartal (C) dan uang giral (D)
  • Uang beredar dalam arti luas (M2) disebut juga Likuiditas Perekonomian yaitu kewajiban system moneter terhadap sektor swasta domestik meliputi M1 ditambah uang kuasi (T)
sumber:
http://ekonomikelasx.blogspot.com/2010/04/faktor-faktor-yang-memengaruhi_04.html
http://riaawalliya.ngeblogs.com/2010/06/04/ekonomi/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar