Selasa, Oktober 19, 2010

Unsur - Unsur Kalimat

kalimat adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. setiap kalimat memiliki unsur- unsur penyusun kalimat. Unsur - unsur kalimat antara lain :
  • subyek (S)
subyek adalah suatu yang dapat berdiri sendiri  dan yang yang tentangnya diberitakan sesuatu. Oleh karena subjek itu isinya sesuatu yang berdiri sendiri, maka sudah semestinya biasanya terjadi dari kata benda: mereka, rumah itu. Atau kalau bukan kata benda yang dipakai sebagai subjek itu, dapatlah dianggap sebagai kata benda. Misalnya:
Jalannya     -   akhiran –nya di sini menyatakan kata benda, meskipun kata benda itu menyatakan suatu kerja.
Berperang   -   artinya di sini hal perang, dianggap sebagai kata benda.
Di samping itu, untuk menentukan subjek kita dapat bertanya dengan memakai kata tanya apa atau siapa di hadapan predikat. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditentukan ciri-ciri subjek sebagai berikut:
(a) sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan, 
(b) dibentuk dengan kata benda atau sesuatu yang dibendakan, 
(c) dapat bertanya dengan kata tanya apa atau siapa di hadapan predikat.

  • Predikat (P)
Bagian predikat adalah bagian yang memberi keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri atau subjek itu. Memberi keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri tentulah menyatakan apa yang dikerjakan atau dalam keadaan apakah subjek itu. Sebab itu, predikat biasanya terjadi dari kata kerja atau kata keadaan. Kita selalu dapat bertanya dengan memakai kata tanya mengapa, artinya dalam keadaan apa, bagaimana, atau mengerjakan apa?  
ciri - ciri predikat yaitu: 
(a) penunjuk aspek: sudah, sedang, akan, yang selalu di depan predikat;
(b) kata kerja bantu: boleh, harus, dapat;
(c) kata penunjuk modal: mungkin, seharusnya, jangan-jangan; 
(d) beberapa keterangan lain: tidak, bukan, justru, memang, yang biasanya terletak di antara S dan P; dan 
(e) kata kerja kopula: ialah, adalah, merupakan, menjadi.
  • objek(O)
 objek adalah konstituen kalimat yang kehadirannya dituntut oleh predikat yang merupakan verb transitif pada kalimat aktif. Letaknya selalu langsung setelah predikat. Dengan demikian, objek dapat dikenali dengan memperhatikan (a) jenis predikat yang dilengkapinya dan (b) ciri khas objek itu sendiri. Verba transitif biasanya ditandai oleh kehadiran afiks tertentu.

  • keterangan (K)

  Keterangan merupakan fungsi sintaksis yang paling beragam dan paling mudah berpindah letak. Keterangan dapat berada di akhir, di awal, dan bahkan di tengah kalimat. Pada umumnya, kehadiran keterangan dalam kalimat   bersifat manasuka. Konstituen keterangan biasanya berupa frase nominal, frase preposisional, atau frase adverbial. Perhatikan contoh di bawah ini.
a.                          Dia memotong rambutnya.
b.                          Dia memotong rambutnya di kamar.
c.                           Dia memotong rambutnya dengan gunting.
d.                          Dia memotong rambutnya kemarin.
Unsur di kamar, dengan gunting, dan kemarin pada contoh kalimat 
di atas merupakan keterangan yang sifatnya manasuka.
              Makna keterangan ditentukan oleh perpaduan makna unsur-unsurnya. Dengan demikian, keterangan di kamar mengandung makna tempat, dengan gunting mengandung makna alat, dan kemarin mengandung makna waktu.
Berdasarkan makna seperti tersebut di atas, terdapat bermacam-macam keterangan berikut penandanya: 
(a) keterangan tempat, ditandai oleh: di, ke, dari, dalam, pada; 
(b) keterangan waktu, ditandai oleh: sebelum, sesudah, selama, sepanjang; 
(c) keterangan alat, ditandai oleh: dengan; 
(d) keterangan tujuan, ditandai oleh: agar/supaya, untuk, bagi, demi; 
(e) keterangan cara, ditandai oleh: dengan cara, secara, dengan jalan; 
(f) keterangan penyerta, ditandai oleh: dengan, bersama, beserta; 
(g) keterangan perbandingan, ditandai oleh: seperti, bagaikan, laksana; keterangan sebab, ditandai oleh: karena, sebab

sumber :




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar