Minggu, Februari 13, 2011

Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran
menurut wikipedia penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indra yang menghasilkan sejumlah konsep dan pemikiran. Penalaran hanya terkait dengan berpikir sadar dan aktif, dan mempunyai karakteristik tertentu untuk menemukan kebenaran.
Penalaran sebagai sebuah kemampuan berpikir, memiliki dua ciri pokok, yakni logis dan analitis. Logis artinya bahwa proses berpikir ini dilandasi oleh logika tertentu, sedangkan analitis mengandung arti bahwa proses berpikir ini dilakukan dengan langkah-langkah teratur seperti yang dipersyaratkan oleh logika yang dipergunakannya.
dalam penalaran proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut premis dan hasil kesimpulannya disebut konkulusi.

Metode Penalaran 
terdapat 2 jenis metode penalaran
  • Penalaran Induktif
  • Penalaran Deduktif
pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang penalaran induktif .


Penalaran Induktif 

Pengertian Penalaran Induktif
Metode Penalaran Induktif adalah metode cara berfikir berawal dari peristiwa yang bersifat khusus sebagai hasil pengamatan dan menarik kesimpulan yang bersifat umum. Penalaran Induktif dapat kita lakukan dengan hanya mengamati lapangan tanpa harus memiliki konsep yang canggih sehingga dapat ditarik generalisasi dari sebuah gejala.



Menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya,dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan.

Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.

Jenis- jenis Penalaran Induktif : 

1. Generalisasi
generalisasi adalah proses penalaran yang menarik kesimpulan secara umum berdasarkan fenomena individual.
Contoh: 
  • Andi adalah mahasiswa Gunadarma yang pintar komputer.
  • Siska adalah mahasiswa Gunadarma yang pintar komputer
Generalisasi : Semua mahasiswa Gunadarma pintar komputer. 
pernyataan "semua mahasiswa Gunadarma pintar komputer" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahan : 
Diana adalah mahasiswa Gunadarma tapi tidak pintar komputer. 


Macam- macam Generalisasi

Generalisasi tanpa loncatan Induktif (Generalisasi Sempurna )
generalisasi Sempurna adalah gneralisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar kesimpulan diselidiki semuanya.
Contoh:

  • Semua bulan masehi mempunyai hari tidak lebih dari 31 hari.

 Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena, yaitu jumlah hari pada setiap bulan dalam satu tahun diselidiki tanpa ada yang ditinggalkan. Generalisasi semacam ini, memberikan kesimpulan yang sangat kuat dan tidak dapat dipatahkan tetapi prosesnya tidak praktis dan tidak ekonomis.


Generalisasi dengan Loncatan Induktif ( Generalisasi Tidak Sempurna )
Generalisasi ini kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki dan diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. 
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.


Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:

1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.


Contoh: 

  • Hampir semua warga Jakarta menggunakan transjakarta 
  • Sebagian mahasiswa Gunadarma memiliki ATM di Bank DKI

2. Analogi 

Analogi adalah metode penalaran yang mengambil kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta .  Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
Tujuan dari analogi adalah :
  • meramalkan kesamaan
  • menyingkap kekeliruan
  • menyusun klarifikasi
Analogi Induktif
analogi Induktif adalah cara berfikir yang berdasarkan pada kesamaan antara dua fenomena lalu menarik kesimpulan bahwa ada kesamaan antara kedua fenomena 
contoh :
  • Dinda adalah mahasiswa Ka01 , dia anak yang cerdas.
  • Feri adalah mahasiswa Ka01, dia anak yang cerdas.
  • Widi adalah mahasiswa Ka01.
Konklusi : Widi adalah mahasiswa Ka01 , dia anak yang cerdas.

Analogi Logis 
kesimpulan dari analogi logis tidak dapat disangkal oleh bukti empiris.
Contoh : 
  • Hanya ibulah yang bisa meyusui anak -anaknya. pernyataan ini akan berbeda dengan Semua ibu menyusui anak - anaknya.
Analogi Deklaratif
analogi yang membandingkan antara dua hal yang berbeda dengan perumpaan yang serupa.


3. Kausalitas
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya.
terdapat 3 jenis hubungan kausal adalah : 


Hubungan sebab-akibat

Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat, sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
Contoh :

Semalam Birly tidak belajar. Hari ini Ia ada Ujian. Akibatnya, nilai ujiannya tidak bagus.



Hubungan akibat-sebab

Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalasis untuk mencari sebabnya.
Contoh :

Ibu terlihat letih sekali. Dirumah pun tidak tersedia makan.  Karena kemarin Ia membantu Bibi Cika memasak.



Hubungan sebab-akibat1-akibat2

Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.

Contoh: 
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.


sumber :

http://www.vanz-garuda.co.cc/2010/03/penalaran-induktif.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://ryanmustaine.blogspot.com/2010/04/penalaran-unduktif.html
http://rizqialextoramadhan.wordpress.com/2011/02/10/penalaran-induktif/
http://utlia.wordpress.com/2010/02/26/penalaran-induktif/












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar