Senin, November 07, 2011

Analisis E-Goverment

Indonesia saat ini telah menerapkan otonomi daerah bagi provinsi ataupun daerah tingkat II ( Kabupaten atau Kota Madya ). Otonomi daerah dapat diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang - undangan.
Agar penerepan otonomi daerah berjalan dengan baik, maka sebaiknya setiap daerah memiliki sebuah saran untuk dapat menginformasikan tentang daerahnya dan juga peraturan serta kebijakan daerahnya, menampung aspirasi dari masyarakat dan sebagai media promosi daerah. Bentuk penyajian saran tersebut dapat memanfaatkan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pemanfaatan tersebut dapat dengan membuat situs website pemerintahan daerah. Website pemerintahan daerah dapat menjadi saran yang tepat untuk membantu pemerintah daerah menjalankan otonomi daerahnya sendiri.
Dengan adanya website pemerintah daerah dapat membuat pejabat – pejabat yang ada pada organisasi dan juga masyarakat dapat memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dengan sebaik - baiknya. Arus informasi pun dapat mengalir dengan baik dan lacar tanpa adanya “bumbu – bumbu” yang merusak keutuhan informasinya. Website juga menyadimedia a sosialisasi kebijakan dan peraturan daerah dan media promosi daerah di berbagai aspek bidang.
Website pemerintah daerah merupakan wujud nyata dari konsep e - government. E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Berdasarkan sifat transaksi informasi dan pelayanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah melalui jaringan informasi (Inpres 3/2003). pengembangan e-government dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan, yaitu:

v   Tingkat 1 : Persiapan
·           Pembuat situs website yang memberikan informasi dari setiap lembaga yang ada
·           Persiapan SDM seperti operator , dll
·           Persiapan akses yang mudah, seperti membuka warnet atau internet lounge
v   Tingkat 2 : Pematangan
·           Situs website yang dibuat bersifat public interaktif
·           Situs website dapat terhubung dengan situs website pemerintahan daerah lainnya
v   Tingkat 3 : Pemantapan
·           Pembuatan situs pelayanan transaksi public
·           Pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain
v   Tingkat 4 : Pemanfaatan
·           Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang  bersifat G2G (interagency relationship), G2B (Government to Business) dan G2C (Government to Citizen) yang terintegrasi
Tujuan pembangunan website Pemerintah Daerah adalah untuk mewujudkan sistem jaringan informasi yang terpadu bagi pemerintahan daerah, dengan aplikasi berbasis teknologi informasi internet, untuk menunjang peningkatan pembangunan daerah dalam menjalankan fungsinya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat daerahnya. Berikut tujuan pembangunan website Pemerintah Daerah adalah antara lain:
ü   Menjadikan website ini sebagai satu-satunya portal yang menyajikan Journal, Informasi, dan potensi daerah secara terpadu dan menyeluruh.
ü   Menjadikan website ini sebagai media interaksi antara masyarakat dengan pemerintah daerahnya, antara dunia usaha dan pemerintah daerahnya, dan antara pemerintah daerah dengan pemerintah daerah lainya, serta masyarakat luas lainya.
ü   Target audience meliputi masyarakat daerah, pemerintah, pemerintah pusat, kalangan dunia usaha baik dunia usaha daerah yang satu maupun daerah lainnya, masyarakat luas Indonesia serta masyarakat internasional.
ü   Sasaran yang ingin dicapai adalah, melalui website ini dapat menunjang kemajuan pembangunan daerah, serta pemanfaatan potensi daerah yang lebih maksimum bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat daerah.
ü   Sebagai langkah awal terwujudnya implementasi e-government Pemerintah Daerah
Berdasarkan tujuan yang ada situs website diharapkan dapat memiliki kualitas tinggi, kemudahan akses, dan juga menampilkan citran yang baik tentang pemerintahan daerah. Tampilan design dari setiap situs website pemerintahan daerah di Indonesia bervariasi dan dibuat semenarik mungkin.

1.2              TUJUAN ANALISIS WEBSITE PEMERINTAH DAERAH
Penulis melakukan Analisi Website Pemerintah Daerah bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran dan  website dalam membantu pemerintah daerah menjalankan otonominya.

1.3 PANDUAN MINIMAL ISI WEBSITE PEMERINTAH DAERAH MENURUT KOMINFO ( 2003 ) 
Sebuah situs website  Pemerintah Daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi situsnya. Pengelola situs web harus mampu menentukan apa yang diharapkan oleh para pengguna mengenai apa yang seharusnya ada di website. Organisasi-organisasi yang ada di pemerintahan sendirilah yang akan menentukan bagaimana sebaiknya mengatur isi dengan memperhatikan masyarakat pengguna situs web bersangkutan. Analisis dan pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs website  adalah penting, karena mungkin saja terdapat perbedaan antar masyarakat dalam penguanan bagian – bagian website. Pada saat merencanakan dan mengembangkan situs web Pemerintah Daerah, sebaiknya dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali.
Menurut panduan dari KOMINFO (2003), isi minimal pada setiap website pemerintah daerah adalah :
1.        Selayan Pandang
Menjelaskan secara singkat tentang keberadaaan Pemda bersangkutan ( sejarah, moto, lambing dan arti lambing, lokasi dalam bentuk peta, visi dan misi)
2.        Pemerintahan Daerah
Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemda bersangkutan (eksekutif, legislative) beserta nama, alamat, telepon, email dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari pimpinan daerah ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya
3.        Geografi
Menjelaskan antara lain keadaan topografi, demografi, cuaca dan iklim, social dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan. Semua data dalam bentuk numeric atau statistic harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya
4.        Peta Wilayah dan Sumberdaya
Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah (dari Bakosurtanal) dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam bentuk peta sumberdaya (dikeluarkan oleh instansi pemda yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta) yang dapat digunakan untuk keperluan pengguna.
5.        Peraturan/Kebijakan Daerah
Menjelaskan peraturan daerah (perda) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah bersangkutan. Melalui situs web pemerintah daerah ini semua perda yang dikeluarkan disosialisasikan kepada masyarakat luas.
6.        Buku Tamu
Tempat untuk menerima masukand ari pengguna situs web pemda bersangkutan

1.4 UNIT ANALISIS E-GOVERMENT DAN KATEGORIS
1.        Informasi Menu Utama dalam Website
a.         Potensi Daerah : informasi mengenai potensi yang ada pada pemerintah daerah, baik berupa potensi alam, pariwisata, perdagangan, dan lainnya
b.         Komoditas Utama : informasi mengenai kekayaan  dan hasil alam yang berada di pemerintahan daerah, berdasarkan sector pertanian, perkebunan, pertenakan, dan lainnya.
c.         KUalitas SDM : kualitas masyarakat pada pemerintah daera,  latar pendidikan yang harus dimiliki pada setiap masyarakat supaya dalam penempatan karyawan pada suatu perusahaan lebih mudah dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka dapat.
2.        Informasi tambahan dalam fasilitas Website
a.   Tahap 1 : informasi tambahan dalam bidang pendidikan, baik pendidikan secara formal atau bidang ilmu pengetahuan secara umum yang ada pada pemerintah daerah
b.   Tahap 2 : informasi tambahan di bidang perniagaan, baik kegiatannya maupun komoditi yang tersedia pada daerah pemerintahan tersebut.
c.   Tahap 3: informasi tambahan mengenai kegiatan yang berlangsung pada pemerintahan daerah ataupun kegiatan diluar pemerintahan daerah tersebut dan masih berkaitan
3.        Penyediaan hubungan
a.    G2C ( Government to Citizein) : tersediannya sarana penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Seperti komunikasi secara online atau forum diskusi
b.    G2B ( Government to Business) : informasi mengenai kerjasama yang akan dilakukan atau telah dilakukan oleh pemerintah daerah dengan perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan. Contohnya berkerjasama dalam proyek pembangunan jalan tol dengan investor
c.    G2G ( Government to Government) : informasi mengenai kerjasama dengan pemerintahan daerah , provinsi  lain
4.        Aksesibilitas
Kecepatan dalam akses jaringan untuk membuka website dan menu – menunya. Kecepatan dibedakan atas 3 jangkauan yaitu kurang dari 10 detik, antara 10 – 30 detik dan lebih dari 30 detik
5.        Disagn
a.     Animasi : gambar yang didesaign begerak
b.    Grafis : perpaduaan dan komposisi warna yang baik
c.    Teks lengkap : tulisan mengenai website secara detail dan jelas serta mudah dimengerti.
6.        Jumlah tingkat informasi
Jumlah tingkatan informasi di dalam suatu situs web pemerintah akan digolongkan ke dalam 4 tingkatan. Hal ini disesuaikan dengan isi Inpres 3/2003, yaitu :
a.    Tingkat 1 : Persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah, misalnya Warnet dll
b.    Tingkat 2 : Pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain
c.    Tingkat 3 : Pemantapan, meliputi pembuatan situs transaksi pelayanan public dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain
d.   Tingkat 4 : Pemanfaatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G (interagency relationship), G2B (Government to Business) dan G2C (Government to Citizen) yang terintegrasi.

Unit Analisis e – government telah memiliki bobot nilai begitu juga dengan kategorisnya. Bobot nilai yang diberikan disesuaikan dengan penilain berdasarkan analisis yang dilakukan. Berikut tabel unit analisis e-government dan kategorinya

Tabel 1.1 Unit Analisis E-Government Dan Kategorinya
NO
UNIT ANALSIS
BOBOT NILAI
KATEGORI
BOBOT NILAI
JUMLAH TOTAL
% NILAI TOTAL
1
Informasi menu utama dalam website
25%
Potensi daerah
Komoditas utama
Kualitas SDM

40%

30%

30%
100%
NX B
2
Informasi tambahan dalam fasilitas Website
20%
Tahap I
Tahap II
Tahap III

20%                               
30%                             
50%
100%
NX B
3
Penyediaan hubungan
15%
G2C
G2B
G2G

40%
30%                                                        
30%
100%
NX B
4
Aksesibilitas
10%
< 10 detik
10-30detik
>30 detik

100%
70 %
50 %
100%
NX B
5
Design
10%
Animasi
Grafis
Teks lengkap

40 %
30 %
30 %
100%
NX B
6
Jumlah tingkatan
20%
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat

25%                                 
25%                           
25%
25%
100%
NX B

jumlah
100%








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar