Senin, November 07, 2011

Studi Kasus Dairy Dream dan Penyelesaiannya

DIARY DREEM, INC
Diary dreem adalah suatu jaringan restoran fast-food nasional yang menyajikan es krim lembut. Pesaing utama mereka adalah Diary Queen. Sebuah computer mainframe ditempatkan di kantor pusat di Cincinnati dan terutama digunakan untuk pengolahan data. DBMS tidak digunakan, walau bahasa generasi keempat MARK-V digunakan untuk menyiapkan sebagian laporan khusus. Komputer mini ditempatkan di gudang-gudang di seluruh negeri yang memasok 650 restoran.
Presiden direktur Diary Dreem adalah Moe Schawrtz, yang mewarisi perusahaan dua tahu yang lalu. Tidak ada persiapan bisnis mengahruskan untuk mempelajari semuanya dari bawah ke atas. Sekarang, sebagian besar krisis awal terpecahkan dan ia telah mantap mencari kesempatan di masa depan.
Suatu hari ia menelepon manajer komputernya, Angela Harris dan memintanya untuk berbincang-bincang. Ketika Angela tiba, Moe menanyakan keadaan di departemen computer. Angela menjelaskan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan meyakinkan bahwa semuanya terkendali.
Moe menyender pada kursinya, menaikkan kakinya di atas meja dan mulai bicara. “kamu tahu, Angela, Diary Dreem berada dalam kondisi keuangan yang baik. Ayah saya telah meletakkan dasar yang baik untuk memperluas lingkup bisnis. Saya memperkirakan bahwa lima tahun kita akan membuka cukup banyak took untuk membuat Diary Queen kewalahan dalam persaingan. Masalahnya kita tidak benar-benar siap untuk melakukan banyak hal dalam skala besar. Kita akan memerlukan kemampuan untuk membuat lebih banyak keputusan, secara lebih cepat, daripada yang biasanya kita lakukan. Salah satu dari empat keputusan besar adalah menentukan lokasi toko-toko. Itu merupakan keputusan jangka panjang-kita menandatangani kontrak sewa dan kita harus menempatinya selama 20 hingga 25 tahun. Tidak hanya berjangka waktu lama, tetapi juga mahal. Kita telah mencoba untuk mengurangi risiko keputusan lokasi yang jelek dengan departemen real estate kita. Jika kita memutuskan untuk membuka toko di suatu area, kita mengirim satu tim yang terdiri dari tiga atau empat orang untuk bertemu dengan para realtor melihat tempatnya dan memutuskan di mana akan dibangun. Ini telah berjalan baik, tetapi saya tidak dapat memperkirakan bagaimana kita dapat melanjutkan praktek ini jika kita terlibat dalam program ekspansi besar-besaran. Yang ingin saya lakukan adalah menggunakan computer untuk memberitahukan kita di mana sebaiknya suatu atoko ditempatkan.
Angela bertanya, “Apakah kamu ingin komputer sekedar memberi tahu kota-kota mana yang terbaik, atau kamu ingin komputer memilihkan suatu lokasi tertentu, seperti jalan South Maine no. 503?”
“Keduanya,“ jawab Moe. “Komputer pertama-tama dapat memberitahukan kita kota-kota mana yang terbaik, dan kemudian lokasi yang mana ­di dalam kota tersebut. Kita dapat memberikan realtor local suatu formulir isian mengenai semua informasi yang kita perlukan – harga tanah, pajak dan seterusnya. Apa yang tidak dapat mereka sediakan, dapat mereka dapatkan dari Kamar Dagang dan Industri .  Saya yakin mereka bahkan akan memberikan kita jumlah mobil yang lewat setiap hari. Kita masukkan angka-angka tersebut ke dalam computer, dan bingo – computer memberitahukan kita lokasi yang terbaik. Bagaimana pendapat kamu?”. “Ya, kedengarannya menarik. Itu yang kami sebut system pendukung keputusan –“. “Hebat, “ potong Moe. “Sistem pendukung keputusan. Itulah yang kita perlukan. Sekarang, katakan. Bagaimana kita memulainya? Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu? Saya ingin membuka seratus toko baru tahun depan. Kita belum pernah membuka lebih dari 40 toko, karena itu kita membutuhkan pendukung keputusan segera.
PENYELESAIAN
Dairy Dream Inc. membutuhkan solusi untuk membuat system penunjung keputusan yang mampu membantunya menentukan lokasi yang tepat untuk membangun toko ice cream, karena toko ice cream yang akan dibangun lebih dari 40 toko maka system tersebut diharapkan juga dapat bekerja secara tepat guna untuk membantu Dairy Dream Inc mendapatkan lokasi yang tepat. Berikut keriteria lokasi yang diinginkan oleh Dairy Dream Inc :
1.      Jumlah populasi ponduduk pada suatu lokasi
2.      Kepadatan penduduk berdasarkan pada perhitungan jumlah populasi per tiap kilometer pada lokasi
3.      Kepadatan jalan disekitar lokasi ( jumlah mobil yang melalui jalan setiap harinya )
4.      Harga pajak tanah dan harga jual tanah disebuah lokasi
5.      Pengaruh bencana alam pada sebuah lokasi seperti : kebanjiran, kebakaran, dll
6.      Lokasi yang strategis atau sering dikunjungi banyak orang
Untuk membuat system penunjang keputusan pada kasus ini dapat dilakukan dengan tahap – tahapan sebagai berikut :
1.      Pengumpulan data ( Quisioner )
Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan quisioner dan disebar secara acak dengan beberapa sample . Pada quisioner kita meberikan pertanyaan – pertanyaan yang behubungan dengan lokasi strategis untuk toko ice cream dan kondisi lokasi secara keseluruhan.
2.      Obsevasi
Setelah mengantongi beberapa lokasi yang cukup strategis bedasarkan data dari quisioner yang telah dilakukan maka Dairy Dream Inc. melakukan observasi secara langsung ke lokasi – lokasi tersebut. Pada observasi yang dilakukan data yang perlu dikumpulkan adalah data harga tanah, pajak, jumlah populasi, jumlah kepadatan dan berbagai informasi tentang lokasi dari masyarakat ataupun pemerintah daerah.
3.      Analasi data
Setelah data – data yang ada telah terkumpul selanjutnya melakukan analisa data dengan menentukan data – data apa saja yang perlu diolah untuk membuat system. Data yang dimiliki oleh Dairy Dream Inc adalah data yang berupa kuantitas  dari jumlah populasi, kepadatan populasi, kepadatan jalan, pajak dan harga tanah dimasing – masing lokasi. Selain data – data secara kuantitas perhitungan data yang dibutuhkan adalah kondisi geografis dari masing – masing lokasi, dimana lokasi – lokasi tersebut dapat memungkinkan terjadi bencana alam atau tidak. Dan juga lokasi yang memiliki tingkat keramain untuk di kunjungi oleh masyarakat secara umum dan penyuka ice cream secara khusus.
4.      Desain System
Setelah data – data dianalasi selanjutnya adalah mendesain system. Desain yang pertama adalah desain data
a.       Pemodelan basis data
Pada kasus ini pemodelan yang mungkin digunakan adalah DFD yang mendukung lajur dari aliran data yang dibutuhkan
b.      Desain basis data
Pada basis data yang digunakan harus mempu menyimpan data – data yang banyak agar dalam melakukan pencariannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Data yang disimpan adalah data mengenai lokasi – lokasi yang berupa data secara kesulurahan.
c.       Desain Interface
Pada desain interface yang dimungkinkan bagi user untuk dapat mengunakan system penunjang keputusan ini. Berikut desain interface baik pada tampilan output dan juga pemrosesannya :
1.      User melakukan login
2.      User memasukan nama lokasi berdasarkan propinsi
3.      System akan menunjukan daftar kota berdasarkan populasi secara urut  ( dari data terbesar ke kecil)
4.      Memilih kota yang akan dibangun toko ice cream
5.      Setiap kota yang dipilih akan menampilkan urutan kepadatan penduduk tiap area dari besar ke kecil
6.      Pilih area yang diinginkan
7.      Menampilkan kepadatan jalan yang terpadat pada setiap area dan juga kondisi secara geografis baik kondisi jalan dan kondisi alam yang memungkinkan terjadinya becana alam maupun kebakaran
8.      Pilih jalan yang diingikan
9.      Tampil kondisi jalan yang diingikan, mulai dari pajak pada daerah tersebut, harga tanah, dan keterangan lainnya. Selain itu system juga menginformasikan bahwa dareah tersebut tepat atau tudak untuk dibangun toko ice cream
5.      Pembuatan system
System dibuat oleh programmer sesuai dengan desain yang dibuat sebelumnya
6.      Implementasi System
Sytem jadi dapat langsung diimplementasikan.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar