Jumat, Maret 09, 2012

Etika dan Profesionalisme TSI

Saat ini saya akan coba menjabarkan dan member gambaran mengenai Etika dan Profesionalisme pada TSI. Apa yang di maksud dengan etika , profesi dan TSI dan bagaimana hubungan ketiganya. Beriku penjelasan yang telah dapat saya rangkum

Apa yang dimaksud dengan Etika ?

Etika menurut asal usulnya : Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”, etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral, kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak,  nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat
Jadi  dapat di definisikan etika merupakan aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Apa yang dimaksud dengan profesi, profesional dan profesionalisme ?

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Pekerjaan seseorang biasanya di pengaruhi oleh pendidikan dan keahlian yang dimiliki namun  tidak semua orang yang bekrja memiliki profesi yang sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.

Profesional, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi dan  mempraktekkan keahliannya atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

Profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987).

Apa yang dimaksud dengan  Teknologi Sistem Informasi ?

Teknologi system informasi adalah  informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

Mengapa Etika di perlukan dalam profesionalisme TSI ?

Tujuan Etika dalam teknologi Informasi,

Etika menjadi dasar pijakan pengembangan, pemapanan dan penyusunan instrument. Tujuannya adalah jelas bahwa etika ditujukan sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga untuk menyusun instrument.
Sasaran, etika digunakan dalam teknologi informasi ditujukan agar :

  • ·         Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  • ·         Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi. 
  • ·         Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi


Kode etik dalam professional TSI sangat diperlukan karena  menekankan agar software engineer (IT profesional) memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga agar profesinya adalah profesi yang bermanfaat bagi masyarakat dan merupakan profesi yang terhormat. Komitmen ini tercermin pada saat seorang software engineer melakukan kegiatannya dalam membangun software, mulai dari melakukan analisa, membuat spesifikasi, membuat design, melakukan coding, testing maupun pemeliharaan software. Ada beberapa jenis isu etika yang dapat timbul, antara lain :

  • 1.      Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.

  • 2.      Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan

  • 3.      Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
  • 4.      Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.

Siapa yang menggunakan etika dan professionalisme TSI ?

Setiap orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme TSI, sehingga pengguna etika dan profesionalisme TSI ini adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Semua elemen di suatu ligkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika.

Kapan Etika dan professionalisme TSI digunakan ?

Etika dan professionalisme TSI harus digunakan setiap saat dan setiap waktu , karena hal ini adalah tanggung jawab sebagai IT professional.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar